Friday, November 28, 2008

Tiga Anak Mama

(For non-Indonesian readers, I'm so sorry... I was afraid I'd lose the essential parts if I wrote the story in English.)

Mama saya mengalami insiden kecil siang ini. Beliau mengendarai motor bebek, hendak menjenguk kerabat yang berada di RS.Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Kira-kira setengah jam kemudian, saya mendapat SMS dari Beliau, yang berbunyi;
Mama jatoh dr motor adu sakit dengkulnya

Detik itu juga saya langsung menelepon Beliau dengan panik, takut terjadi apa-apa, karena di rumah memang sedang hujan deras. Untunglah Beliau baik-baik saja. Dari penuturannya, Beliau jatuh dan tertimpa motor sendiri di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, karena kehilangan keseimbangan ketika melintasi jalur yang berbatu-batu. Beliau sedang berteduh dari hujan deras saat menerima telepon dari saya.

Saya berasumsi kalau Beliau jatuh akibat jalan yang licin. Setelah menutup telepon, saya langsung menyiapkan arak dan kapas. Keisar menelepon dari kantor untuk mendapat informasi yang jelas dari saya, tapi ya saya juga belum tahu pasti. Yang jelas, mama saya masih sanggup mengendarai motornya pulang ke rumah. Beliau pun mengurungkan niatnya untuk menjenguk kerabat ke rumah sakit.

15 menit kemudian, mama saya tiba di rumah. Hujan sudah reda. Saya membantu Beliau membawakan tas ke dalam.

Masih sempat-sempatnya Beliau menerima telepon dari saudara yang menanyakan keadaannya, sambil tertawa. Dasar. Akhirnya Beliau menyudahi pembicaraan di telepon dan siap untuk membasuh lukanya dengan arak. Lukanya tidak berdarah, umumnya hanya lecet dan memar, tapi yang paling sakit adalah luka lecet di kaki kanan karena mengenai tulang keringnya.

Saya menggelengkan kepala sambil tertawa kecil, teringat peristiwa dulu posisinya terbalik. Bedanya, saya pasti menangis sambil jerit-jerit hahaha! Beliau ikut tertawa. Lalu Beliau bercerita dengan serunya. Ternyata SMS itu juga Beliau kirimkan untuk Keisar dan Andrew, ya itu sih bukan berita baru, karena kalau tidak mana mungkin Keisar menelepon ke rumah tadi.

Beliau mengurutkan bahwa SMS itu pertama kali dikirim kepada Keisar, Andrew, lalu saya. Tapi nyatanya, Andrew yang masih di Australia yang menelepon duluan, lalu saya, dan terakhir Keisar

Tidak hanya itu, Beliau pun menuturkan 'kalimat pertama' dari telepon ketiga anaknya.
Andrew: Mama jatuh dimana?
Saya: Mama mau dijemput nggak sama Si Wo?
Keisar: Ada motor lagi nggak tuh di belakangnya?

Ya ampun, ternyata Beliau mengingat (sambil tertawa) dan membandingkan (bukan dalam hal negatif) ketiga anaknya dari kalimat pertama telepon darurat tadi. Kami berdua tertawa terbahak-bahak.

6 comments:

  1. Sesungguhnya saya telah beberapa kali membaca postingan ini, namun tdk dpt menyimpulkan sesuatu, Mbak..
    Maklum pentium 1.
    Oya, sedikit, tebakan saya, kalian bertiga menjawab berbeda-beda namun berurutan ya - jadi tdk ada yg sama tanggapannya, namun melengkapi.

    Begitukah?

    ReplyDelete
  2. One word....Respeck

    Justin...Justin Credible

    ReplyDelete
  3. Wah, untung cuma lecet kecil ya (hehehe, orang Indonesia, kalau nggak bilang untung, bukan orang Indonesia)

    Jadi, kesimpulannya, apa yang didapat dari komentar anak-anaknya ?

    ReplyDelete
  4. @helda: hehehe.. Emang beda2, tapi bukan urutan intinya. Saya gak mau tulis dengan gamblang analisisnya biar tiap orang bisa menginterpretasikan sendiri2 :)

    @justin: you mean 'respect'?

    @tere: what do you think? :P

    ReplyDelete
  5. well devi "respeck" is a classic giveaway to Ali G....I think maybe you haven't heard of him???

    So yes respeck = respect

    ReplyDelete
  6. @justin: who's Ali G? Never heard of him.

    ReplyDelete

Remember to always include your name and e-mail address to get personal reply. Constructive comments are more than welcome. And for the HATERS, thanks for the page hit!