Monday, January 15, 2007

Pulang Kampung

Saya terlahir dengan beberapa garis keturunan; darah Batak Simalungun murni dari ayah dan sebagian lagi dari ibu yang merupakan kombinasi unik Manado-Belanda-China. Meskipun begitu, karena sejak kecil saya lahir-tumbuh-dan-bersekolah di ibukota Jakarta, tidak heran saya kurang begitu paham dengan budaya dan adat istiadat dari keluarga saya. *wink* Berhubung minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi kampung halaman (lagi) maka saya ingin berbagi cerita disini.

Perjalanan ini adalah kunjungan saya untuk ketiga kalinya ke Medan. Tujuannya tentu saja bukan untuk liburan, apalagi bersenang-senang, tapi murni untuk berziarah ke makam kakek, nenek, dan buyut saya. Saya belum pernah melihat kampung di Manado, mungkin tahun depan, kata ibu saya. Sebenarnya tidak tahu siapa yang harus dikunjungi disana, karena opa dan oma saya kan masih sehat disini. Tapi lumayan kali yah, sekalian keliling nusantara, hahaha.

Berangkat melalui jalan udara dengan penerbangan JT 380 jam 7 pagi, sempat membuat saya ketakutan. Maklum deh, insiden yang menimpa Adam Air dua minggu lalu kan masih jadi berita utama di media massa, jadi masih terngiang-ngiang di kepala. Perjalanan Jakarta-Medan memakan waktu sekitar 2 jam, dan akhirnya saya tiba di bandara Polonia, Medan, jam 9.30. Sepertinya matahari berusaha menyambut saya dengan panas teriknya yang menyengat kulit. Duh.

Dari bandara, saya menuju rumah saudara di Peringgan, Jl. Iskandar Muda. Tante saya sudah menelpon dan memberitahu ibu saya bahwa kesana dengan taksi hanya 20 ribu. Namun semua taksi di bandara sepertinya harus menggunakan karcis seperti di Cengkareng yah, bedanya disini tidak pakai argo lagi. Jadi semacam payment in advance, dan mereka mematok harga 35 ribu, sesuai dengan kelompokan area yang tertera di daftar. Sebenarnya sih jarak yang harus kami tempuh cukup dekat, jadi ya cari taksi aja di luar bandara.

Entah karena norak atau kampungan, saya malah kepengen naik becak mesin. Bentuknya ya kurang-lebih seperti becak pada umumnya, hanya saja ini dilengkapi dengan sepeda motor disisi kanannya. Becak mesin ini cukup populer di kota Medan, karena jalan-jalan di kota sering macet (tapi tidak semacet Jakarta tentu saja!) tapi becak mesin ini mudah mengambil jalan pintas. Ada juga becak dayung, yang tenaganya berasal dari ayunan pedal sepeda, tapi untuk jalan jauh rasanya kurang dapat diandalkan. Kan sumber tenaganya manusia juga, hehehe.

Sekadar informasi, bandar udara Polonia - Medan merupakan satu-satunya bandar udara nusantara yang berada di tengah kota. Gak ada tuh jalan tol yang panjang untuk bisa sampai ke kota. Berbahaya sih sebenarnya, meskipun untung juga jadi gak usah bayar tol melulu. Uniknya, terdapat perumahan elit di dekat bandara ini. Entah apa namanya, yang jelas menurut tukang becak mesin yang saya tumpangi, harga rumah di daerah itu sekitar 2 milyar. Kurang banyak peminat memang, jadi bangunannya memang belum banyak dihuni. Rata-rata huniannya hanya 2 tingkat karena konon, ada aturan bahwa bangunan gak boleh lebih dari 5 tingkat, kalo gak pesawat bisa nabrak rumahnya donk, hahaha. Ketika saya bergumam sendiri "emang apa enaknya beli rumah di daerah ini", tukang becak mesin itu menyeletuk ringan "ya enak lah, kalo ada apa-apa kan bisa langsung kabur ke airport". Saya tertawa ngakak. He's got a point.

Secara umum, hidup di kota Medan tidak terlalu banyak menghabiskan uang untuk pengeluaran, karena makanannya pun cukup murah dan porsinya besar. (Dengan catatan: bukan makan di restoran mahal atau mall tentunya.) Mall disini juga tidak banyak, jadi mau belanja mahal-mahal juga biasanya orang akan langsung terbang ke Singapura atau Malaysia yang hanya 55 menit ditempuh dengan jalur udara.

Kalo di Jakarta didominasi mall-mall mewah, lain lagi di Medan. Disini Ramayana-Robinson paling mendominasi. Tempatnya cukup besar dengan 3 lantai yang menjual pakaian, makanan, dan kebutuhan sehari-hari di supermarketnya. Untuk mall paling baru, bagus, dan megah namanya Sun Plaza, yang letaknya di Jl. Zainul Arifin. Luas banget untuk ukuran mall, tapi isinya gak begitu menarik menurut saya. Malah keliatan seperti Mangga Dua. Mungkin yang terkenal hanya MANGO dan Sogo, dan disini ada ice skating yang cuma satu-satunya di Medan. Selain itu ada Medan Plaza, Medan Fair (terkenal karena ada Carrefour-nya), dan Plaza Hongkong (konon isinya ya barang-barang Hongkong, tapi gak ber-AC. Sebenarnya saya pengen banget kesana, tapi ga sempet terus. Siapa tahu kan ada barang lucu, hehe..).

Ceritanya saya lanjutkan di posting berikutnya yah..

15 comments:

  1. uuuu.... nulisnya bagusss CK3

    lu dari dulu sering nulis2 ya??

    kata baca artikel di majalah aj ha3

    gw tungguin blog2 lu selanjutny (>.<)

    btw, gw ud mo bobo neh

    ntar gw mampir2 ke blog lu lg ah

    ReplyDelete
  2. Lion Air huh... hmmm.

    Speaking of Medan and its airport... Bandung also have an airport near the centre of the city, and this could be bad.

    In 2005 a 737 (Mandala 091) crashed just after taking off from Polonia Medan and besides most of its passenger, the casualties includes people on the ground - which could be avoided if the airport weren't located near a densely populated area.

    The cause of the accident itself? Most probably because the plane is being overloaded by durian.

    ReplyDelete
  3. @nophie: yup2 mayan sih. Met bobo yah!

    @d: oic. Never knew about that (Bandung airport). My bad. Yeah I watched the news on TV. It was terrible. LOL. Maybe..blame in on durians!

    ReplyDelete
  4. that's why you don't update ur blog recently.
    Did you go to Prapat to see Danau Toba?
    Well, why did you go by that cheap airline? Isn't that dangerous !!!

    ReplyDelete
  5. wow perpaduan batak, manado, belanda n china.. great.. jadinya seperti ini. :)

    ditunggu lanjutannya ya?

    Salam.

    ps: exchange link yok? ;)

    ReplyDelete
  6. @septian

    nah we didnt go to prapat nor toba coz we didnt have much time..

    Well actually that plane didnt really cheap as u think, we've paid for the bussiness one to get there and return.

    1 lagi hal yg penting kita bisa mati ato engga itu tergantung yg di atas..lagipula kalo misalnya ada pesawat SQ ke medan kita juga mao koq naek SQ...lagian Lion sama garuda toh cuman beda 100k (kan lumayan 100k isi bensin mobil)


    but thanks for ur comment for my sis....



    shakehand

    ReplyDelete
  7. uh.. can anyone just translate and summarize it for me ? thanks yall.

    ReplyDelete
  8. becak mesin?
    di sini (semarang) gak ada.. di jakarta juga gak ada..

    hihihi kadang memang kalo ketemu hal2 unik di suatu daerah wajib kita coba, bener tuh.. walau mgkn dibilang norak tapi seru yah :D

    ReplyDelete
  9. @debbie: pardon me for writing in Bahasa, Deb! :(

    @fany: hehe bener banget! Jangan lupa mampir2 ke Medan ya ;)

    ReplyDelete
  10. wuiiih seneng bgt liburan!
    di Kotabumi cuma ada indomart:p
    huhuhu...

    ReplyDelete
  11. Bandara udara di Bandung juga terletak di tengah kota Dev. Eh.. udah ada komentar tentang ini di atas ya hehe..

    Bagus deh pergi ke Medan. Kalau ke Bandung malah bikin macet aja :p *bercanda*

    ReplyDelete
  12. Hi,

    Bagus, lengkap info mengenai perjalanan nya. Medan, hmmm mungkin tahun depan kalau pulang ke Indonesia, mau nengok nengok sana.Udah bosen tiap pulang kampung, nongkrong nya di kuta atau sanur melulu.May be it's time to visit other parts of Indonesia ya engga.

    ReplyDelete
  13. Hi,
    Artikel nya informative, nicely written. Lain kali kalau pulang ke Indonesia, hmmm kali jalan jalan ke medan, bosen tiap pulang kampung nongkrong nya di bali melulu.

    ReplyDelete
  14. Hi Dev.. Horas bah..!! Medan kau rupanya.. he,he, *medan cantik rupanya..*

    Kalo aku jadi 'anak mantu' orang medan.. baru sekali pun ke medan..

    ReplyDelete
  15. bagus banget artikelnya pasti udah pengalaman jadi bloger

    ReplyDelete

Remember to always include your name and e-mail address to get personal reply. Constructive comments are more than welcome. And for the HATERS, thanks for the page hit!