Yap, ini adalah lanjutan dari cerita perjalanan saya yang kemarin. Memang aktivitas utamanya adalah ziarah, tapi bukan itu yang akan saya ingin bagikan disini. Sebaliknya, saya malah lebih suka menceritakan kejadian-kejadian lain diluar aktivitas utama itu, karena justru disitulah ditemukannya hal-hal menarik dari perjalanan ini.Rute yang saya tempuh dari-kampung-ke-kampung memakan waktu yang cukup lama dan membosankan. Jadi hampir sepanjang jalan itu saya habiskan waktu dengan tidur, hehehe.
Setelah selesai dengan aktivitas utama, hari-hari terakhir saya di Medan diisi dengan wisata malam keliling kota Medan dan sekitarnya.

- Kesawan Square
Makanan yang ditawarkan sangat bervariasi dalam bentuk stand makanan seperti masakan kari India, Chinese food, martabak mini, nasi campur, masakan vegetarian, roti bakar, sampai shabu-shabu! Ada juga Cairos Kings yang menawarkan sheesha yang harganya sama dengan Jakarta; rata-rata 35 ribu. Selain stand makanan, ada juga restoran TIP TOP yang sudah berdiri sejak 1934.
Selain makanan, kawasan ini juga menyediakan fasilitas hiburan seperti karaoke dan nonton bola gratis. Peralatan karaoke seperti TV ukuran 17inch, CD player, mikrofon, dan speaker dibawa dalam sebuah mobil bak tertutup besar. Cuma yang 'berani malu' yang mau nyanyi ditengah keramaian seperti ini! Kalau mau nonton bola bareng, disediakan layar seperti kalau mau nonton layar tancep, dengan banyak kursi tentunya.
- Merdeka Walk
Merdeka Walk mungkin lebih banyak diminati karena konsepnya yang terkesan eksklusif dan glamor. Buktinya banyak sekali lampu warna-warni yang kerlap-kerlip ditempel pada pohon-pohon besar di sekitarnya. Papan namanya juga oke. Karena sponsornya banyak kali yah?
- Taman Lily Suhairy - Food Court
Selain tempat-tempat nongkrong tadi, di perjalanan yang sempat nyasar beberapa kali, saya menemukan sebuah jam besar yang mungkin bisa dibilang Big Ben-nya Medan. Jam Gadang, itu sebutan Keisar pada jam yang ada di Jl. Gatot Subroto ini.
Pesawat boeing 737-400 dengan nomor penerbangan JT 387 membawa saya pulang kembali ke Jakarta. Dan entah kenapa, saya merasa enjoy dan tidak takut seperti ketika saya pergi sebelumnya meskipun ada sedikit turbulensi udara yang saya alami beberapa kali. Mungkin lezatnya makan malam di pesawat membuat saya lebih tenang sekaligus kenyang, hehehe.
Hold on girl!
ReplyDeleteWhat
is
that
language
you're
speaking
of?
Is
that
even
a
language?
Do
you
understand
the
word
that
is
coming
out
of
my
keyboard???
aku pernah ke medan, panas dan banyak calo di bandara.
ReplyDeleteroomate saya orang medan dan suka dengan Merdeka Walk, jadi pengen kesana juga nih, aku diajak dia kapan2. thanks infonya
ReplyDeletec u
Hahaha.. Devi di-protes banyak readernya karena posting in Bahasa. :)
ReplyDeleteBTW, enaknya yang jalan-jalan ke Medan. Saya sendiri belum pernah dan mendambakan bertualang ke sana kapan-kapan. :) :)
@indrapr: DEFO! I'm sure I won't try to make another post within Bahasa unless I have a good explanation. *sigh*
ReplyDeleteWah di medan ada jam gadang? di padang juga ada yah...
ReplyDelete*blom pernah ke sumatera.. apalagi ke medan.. jadi pengen..*
Hm saya belum pernah ke Padang tuh, Fan hehe jadi kurang begitu tahu bentuk Jam Gadang seperti apa. Liburan akhir tahun ini aja Fan ke Sumatera, hehe..
ReplyDeleteJadi lapar dan pengen jalan-jalan :D
ReplyDeletei was in medan at the end of the year :)
ReplyDelete@tucker:
ReplyDeleteThat
language
is
Indonesian...
Pretty
cool
to
see
Latin
alphabet
be
used
in
an
Asian
language,
huh?
:p
@devi: nice trip, wish I could have two durians on my own (and other delicacies to loot as well)
@tucker: makanya gih belajar bahasa indonesia biar bisa gaul sama orang indo, masak taunya cuma english doang. :p
ReplyDelete@devi: sorry ya.. minta ijin.. ngomentari itu si tucker, dia juga gak ngerti kan apa yang diomongin.. ;)
btw
devi dimarahin/diprotes ya ama readers yang pake english, ok keep blogging in english ya, biar ada duta2 blog indonesia for the whole world.
oleh2nya mana? :p
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletehoras bah...
ReplyDeleteabis hujan, datang air bah...
duh, asiknya bisa jalan2....
*btw, blogmu dah aku link di blogku...tambahiin juga blogku di sini donk...thx...hihihi...*
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete@fahmi: hehe iya2 uda dilink balik. sampe 4x postingnya..ck ck ck..makasih ya da mampir, sempet ilang link nya fahmi, jd ga sempet mampir2 lagi deh :D untung ketemu hehehe
ReplyDeleteBlog Anda bagus.
ReplyDeleteSilahkan kunjungi blog saya:
http://www.kios-online.tk/
Thanks,
jualskripsi@gmail.com
tahun berapa jalan ke medan..
ReplyDeletekok jajanan malam di kesawan nggk ada lagi yah...
hhehehe